Sudah menjadi tradisi kita untuk mengirimkan ucapan selamat Idul Fitri kepada kerabat atau rekan. Sebelum ponsel naik pamor, Kartu Lebaran menjadi pilihan utama. Setiap menjelang Lebaran, bisnis ini menjamur. Setelah ponsel menyebar, masyarakat lebih memilih berkirim pesan singkat. Teknologi SMS yang sederhana, mudah, dan cepat (hampir real time), menjadi alasan. Saat internet mengenalkan situs jejaring sosial (terutama Friendster di Indonesia) pun tidak menggoyahkan kita untuk berpindah layanan. Namun bagaimana dengan tahun ini? Saat Facebook- situs jejaring sosial lainnya- sedang begitu naik daun?
Sepanjang tahun 2009 ini, saat hampir semua teman saya mendaftar Facebook, sejak saat itu pula tren komunikasi di antara kami mulai bergeser. Ada yang mengundang pernikahan atau pemberitahuan kelahiran anak hanya via Facebook. Begitu juga berita lain. Siapa yang tidak on line atau terlambat on line, dijamin tidak tahu. Sapaan khas SMS dengan mudah diganti dengan status atau wall saja.
Facebook memang telah hadir sebelum tahun ini. Tapi baru sekarang menjadi epidemi massal. Facebook saat ini memiliki hampir semua yang bisa dilakukan dengan SMS. Bahkan bersarang pula di rumah SMS, alias ponsel. Harga murah sekalipun. Facebook dinilai memenuhi kriteria kondisi dambaan Maslow, Friedman, atau Hermawan Kertajaya.
Akankah Lebaran kali ini akan berubah warna dengan kehadiran Facebook?
Bisa jadi Lebaran kali ini akan dimanfaatkan Facebook untuk menumbangkan popularitas SMS sebagai penyampai ucapan. Melihat perkembangan psikologis facebookers hari ini sih peluang itu terbuka lebar. Wong sudah jelas-jelas sakit perut dan pengin ke belakang saja seorang facebooker masih sempat nulis status? Sudah ngantuk berat saja bukannya tidur malah nulis: “lagi ngantuk berat..”.
Lalu apakah SMS akan begitu saja ditinggalkan? Kalau saya prediksi sih tidak. Meski volumenya bisa turun, masih banyak juga masyarakat yang akan tetap menggunakannya. Facebook akan mengalahkan SMS di beberapa segmen komunitas saja. Karena walau bagaimanapun, sebelum Facebook mewabah, ponsel dengan SMS-nya telah mewabah lebih dulu, lebih ekstensif bahkan. Dibanding kemampuan ber-SMS, kemampuan berinternet masyarakat kita masih kalah. Mungkin ini yang masih harus digarap Facebook. Dengan potensi sebesar Indonesia, dan ambisi Zuckerberg, potret ini semestinya sudah mereka kantongi.
Pak Pos Mengejar
Jika Facebook akan berjibaku dengan SMS, bagaimana dengan kartu ucapan konvensional? Sejauh ini, tampaknya hanya PT. Pos Indonesia yang bersedia mengambil tanggung jawab akan masa depannya. Mungkin pelaku bisnis lainnya sudah lama gulung tikar. Tapi sayangnya, di saat popularitas kartu ucapan yang terus menurun, pihak Pos tahun ini tidak juga melakukan inovasi. Mereka masih mengandalkan inovasi terakhir mereka yakni Prangko Prisma sebagai daya tarik. Prangko Prisma ini sudah launching ke publik sejak 2006. Sekedar mengingatkan, Prangko Prisma adalah prangko eksklusif dengan identitas pemesan sebagai temanya, baik melalui foto, tulisan, gambar, dll. Mungkin keterjangkauan saja yang tahun ini bertambah. Rekan saya, Dino Ariyadi, Post Master Kantor Pos Kudus, sih bilang kalau layanan ini masih baru untuk masyarakat Kudus.
Secara moral patut diacungi jempol ketika Pos bersedia melestarikan tradisi Kartu Lebaran ini. Namun untuk merebut kembali hati masyarakat, Pos masih perlu bekerja ekstra keras. Perlu inovasi besar. Apalagi sekarang sudah jarang dari kita yang melantunkan lagu The Beatles, ”Wait oh yes wait a minute Mr. Postman.. oh, yeah, is there a letter in your bag for me?”
Lalu bagaimana dengan Lebaran Anda tahun ini?
(setelah tulisan ini selesai, ada yang bilang silaturahim dengan bertemu secara langsung tetap lebih utama daripada kartu Lebaran, SMS, atau Facebook)

kalau ane tetep bertemu langsung aza..
saya juga sepakat.. kecuali tidak memungkinkan..
Salam kenal..
setuju Bro, lebih afdol kalau saling tatap muka…
yes.. betul.. salam kenal kembali..
nice
thanks.
ramalan anda meleset dech..
ini hanya prediksi atau forecasting lah, he2..
i kira tidak meleset, temen2 i ja lebih memilih facebook qo lebaran maren??
hmm..