Archive for the 'Strategi' Category

KAMMI: Revitalisasi atau Mati

Masih segar dalam benak kita kesuksesan heroik yang telah ditorehkan KAMMI dalam sejarah perubahan Indonesia. Pengambilan peran yang cerdas dan efektif dalam reformasi 1998 dengan segenap fenomenanya, mengawal masa awal transisi, dan kemudian menjatuhkan Presiden hasil Pemilu transisi.
Masih segar pula dalam ingatan kita, ketika KAMMI bersama elemen mahasiswa lain mengatakan bahwa reformasi telah mati di tahun kelimanya. Untuk kemudian tidak mempercayai penguasa yang tersisa (Presiden Megawati), bahkan meneriakkan revolusi serta menolak Pemilu.
Itu adalah ringkasan alur perjalanan KAMMI sejak kelahirannya hingga usianya yang keenam.
Sepintas apa yang dilakukan KAMMI hingga jatuhnya Presiden Wahid dengan apa yang dilakukannya sejak setelahnya hingga menjelang Pemilu 2004 adalah sesuatu yang sama: kisah heroisme khas mahasiswa. Padahal tidak

Cultural Development

Berbagai kajian kontemporer mengenai perbaikan pemerintahan yang kita temui, lebih banyak menggunakan asumsi bahwa organisasi pemerintah sama dengan organisasi bisnis. Sehingga resep-resep perbaikan untuk organisasi bisnis diterapkan untuk memperbaiki organisasi pemerintah. Kita mengenal konsep Total Quality Management (TQM), rekayasa ulang proses bisnis, restrukturisasi, perampingan, reengineering, redesain, atau semacamnya, yang diterapkan untuk memperbaiki pemerintahan. Namun harus diakui, konsep tersebut (selanjutnya kita sebut dengan konsep perubahan) belum sepenuhnya cespleng untuk memperbaiki kinerja organisasi pemerintah, bahkan ada pula yang justru menemui kebuntuan.
Kekeliruan mendasar adalah

Menyibak Kelamnya Pembajakan di Indonesia

Di awal milenium ketiga ini, Indonesia telah resmi memberlakukan UU No. 14 tahun 2001 tentang Paten, UU No. 15 tahun 2001 tentang Merek, dan UU No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta. Namun ketiganya belum terasa efektif. Pembajakan, pemalsuan, beserta peredaran barangnya (selanjutnya kita sebut pembajakan), masih saja terus terjadi. Pembajakan di Indonesia telah mencapai taraf yang sangat meresahkan

Lebaran: Facebook Menggebuk SMS, Pak Pos Menyelinap

Sudah menjadi tradisi kita untuk mengirimkan ucapan selamat Idul Fitri kepada kerabat atau rekan. Sebelum ponsel naik pamor, Kartu Lebaran menjadi pilihan utama. Setiap menjelang Lebaran, bisnis ini menjamur. Setelah ponsel menyebar, masyarakat lebih memilih berkirim pesan singkat. Teknologi SMS yang sederhana, mudah, dan cepat (hampir real time), menjadi alasan. Saat internet mengenalkan situs jejaring sosial (terutama Friendster  di Indonesia) pun tidak menggoyahkan kita untuk berpindah layanan. Namun bagaimana dengan tahun ini? Saat Facebook- situs jejaring sosial lainnya- sedang begitu naik daun?